Monday, January 27, 2014

Jenis Jenis Prosesor Intel

Sebenarnya jenis-jenis prosesor yang dikeluarkan Intel banyak sekali sejak tahun 1971, yangdisebut dengan microprocessor 4004, kemudian perkembangan yang sangat pesat sampai tahun1993 dengan munculnya gerasi Pentium yaitu Intel Pentium.

1993 : Intel® Pentium® Processor
Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisantangan, dan foto.

1995 : Intel® Pentium® Pro Processor
Processor yang dirancang untuk digunakan padaaplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor inimempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.

1997 : Intel® Pentium® II Processor
 Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancangsecara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 jutatransistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.
 
1998 : Intel® Pentium II Xeon® Processor
 Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhistrateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.
 
1999 : Intel® Celeron® Processor
 Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukanuntuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murahdaripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intelkembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.
 
1999 : Intel® Pentium® III Processor
 Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secaradramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, danaplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.
 
1999 : Intel® Pentium® III Xeon® Processor
 Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapatmempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak  performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lainyang sejenis.
 
2000 : Intel® Pentium® 4 Processor
 Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembuskecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz denganformafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaruyang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.
 
 2001 : Intel® Xeon® Processor
 Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khususuntuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.
 
 2001 : Intel® Itanium® Processor
 Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server danworkstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar 
 berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel‟s Explicitly Parallel
Instruction Computing ( EPIC ).
 
 2002 : Intel® Itanium® 2 Process
or Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium
 
2003 : Intel® Pentium® M Processor
Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel
Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yangmudah dibawa kemana-mana.
 
2004 : Intel Pentium M 735/745/755 processors
 Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dankecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
 
2004 : Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400memory, and PCI Express peripheral interfaces.
 
2005 : Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
 Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatuyang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency,1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.
 
2005 : Intel Pentium D 820/830/840
 Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengankonfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukunganHyperThreading.
 
2006 : Intel Core 2 Quad Q6600
 Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih darikomputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermaldesign power ( TDP ).
 
2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
 Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masingmemiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP).
 
Core i3
 Core i3 memiliki 4 inti processor, yang artinya bisa mengerjakan 4 kerja komputer sekaliguskarena dengan menggunakan Core i3 sama dengan menggunakan 4 komputer dalam satu mesin.Selain itu adatechnologyTurbo Boost, untuk meningkatkan kerja komputer tanpa perlumenggunakan Over clock, dengan menggunakan Intel Core i3, penggunaan listrik jadi lebihhemat, karena Processor ini secara otomatis menggunakan watt yang lebih sedikit dibandingkan processor sebelumnya dan mengatur penggunaan energi untuk komputer sehingga lebih hematlistrik.http://www.rembes.com/2010/08/keunggulan-core-i3.html

Core i5 dan Core i7
intel Hyper Threading : Memberikan user 4-way dan 8-way dalam pemrosesan multitask yangmengijinkan setiap core pada prosessor untuk bekerja pada 2 pekerjaan sekaligus dalam waktuyang bersamaan. ( Pada Core i3, i5 dan i7 )

Core i9
Core i9 adalah processor terbaru intel, dengan spesifikasi memiliki 6 core dengan kecepatan 2.8Ghz dengan L2 256KB X 6 dan L3 12MB. Procesor Gulftown ternyata lebih hemat power dibanding Corei 7 dan Core 2 Quad pada kecepatan yang sama. Tidak itu saja, Core i9 lebihdingin hampir 8 derajat dibandingkan Core 2 Quad, Core i5 dan Core i7. Untuk gaming kelasFPS, Core i9 memiliki angka relatif. Test benchmark game FarCry 2 dan Unreal Tournamentdipegang oleh Core i9, disusul Core i7, Corei 5, Core 2 Quad dan terakhir Phenom II X4. GameLeft 4 Dead unggul oleh Core i5, diisusul Core 2 Quad, Phenom II X4, Core i9 (Gulftown).
 
sumber : http://www.academia.edu

Sunday, January 26, 2014

Cara Download File APK dari Google Play Melalui PC

Google Play Android memang memiliki situs untuk dapat mengakses aplikasi dan permainan yang ada. Sayangnya untuk mengunduh aplikasi dan permainan tersebut masih harus melalui perangkat yang digunakan dengan Google Account (Gmail) yang sama. Jadi, bagaimana agar apk tersebut bisa diunduh melalui PC (komputer, notebook maupun laptop)? Berikut langkah-langkahnya:


1. Unduh Google Chrome.
3. Buka Browser Google Chrome > Settings > Extentions.
4. Tarik file ekstensi APK Downloader yang di ektrak tadi (apk-downloader-1.4.2.crx) ke Google Chrome.
5. Akan ada pembeitahuan untuk menambahkan ekstensi, klik Add untuk konfirmasi.


APK Downloader1
6. Masukkan akun Gmail, kata sandi gmail dan ID perangkat Android Anda.
apk downloader 2
7. Untuk mendapatkan ID perangkat Android bisa melalui GTalk Service Monitor dengan cara  dial *#*#8255#*#* pada perangkat Android yang Oprekers gunakan. Atau bisa menginstall aplikasi Device ID di Google Play Store Android.


Android Devices ID
8. Setelah berhasil login, kunjungi situs https://play.google.com/store
9. Cari aplikasi yang Oprekers akan unduh, contohnya di sini aplikasi WeChat.
10. Klik logo APK Downloader yang terdapat di pojok kanan atas (di bar URL).



APK downloader 3
11. Selamat, kini dengan mudah mengunduh file APK dari Google Play Store Android!


sumber : http://www.oprekandroid.com

Sejarah Tentang Google Terjemahan

Apakah Google Terjemahan itu?

Google Terjemahan adalah layanan penerjemahan gratis nan instan, yang mencakup 57 bahasa. Google Terjemahan dapat menerjemahkan kata, kalimat, dan laman web untuk kombinasi bahasa apa pun yang kami dukung. Dengan Google Terjemahan, kami berharap informasi dapat diakses dan berguna bagi khalayak ramai, apa pun bahasanya.

Bagaimanakah cara kerjanya?

Hasil Google Terjemahan didapat dari pencarian dan pencocokan berbagai pola di ratusan juta dokumen yang digunakan untuk memutuskan terjemahan mana yang terbaik bagi Anda. Dengan mendeteksi pola dalam berbagai dokumen yang telah diterjemahkan oleh penerjemah manusia, Google Terjemahan dapat menebak dengan cerdas terjemahan apa yang tepat. Proses pencarian pola pada teks dalam jumlah besar disebut sebagai "terjemahan mesin statistik." Mengingat penerjemahan dilakukan oleh mesin, hasilnya tidak selalu sempurna. Semakin banyak dokumen hasil terjemahan manusia yang dianalisis oleh Google Terjemahan, semakin baik pula mutu terjemahannya. Oleh karena itu, terkadang keakuratan terjemahan antarbahasa akan beragam.

Bahasa apa sajakah yang didukung Google Terjemahan?

Saat ini Google Terjemahan mendukung 57 bahasa:
Afrikans
Albania
Arab
Belarusia
Bulgar
Katala
China
Kroat
Cheska
Dansk
Belanda
Inggris
Esti
Tagalog
Suomi
Prancis
Galicia
Jerman
Yunani
Ibrani
Hindi
Magyar
Islan
Indonesia
Gaelig
Italia
Jepang
Korea
Latvi
Lituavi
Makedonia
Malaysia
Malta
Norsk
Persia
Polski
Portugis
Rumania
Rusia
Serb
Slovak
Sloven
Spanyol
Swahili
Swensk
Thai
Turki
Ukraina
Vietnam
Wales
Yiddish

Saat ini bahasa alfa meliputi:
Armenia
Azerbaijani
Basque
Georgia
Kreol Haiti
Urdu

Google Terjemahan menguji bahasa lain, yang disebut sebagai "bahasa alfa", yang mungkin mutu terjemahannya tidak sebaik bahasa yang kami dukung. Kami selalu berupaya mendukung bahasa lain dan akan memperkenalkannya segera setelah mutu terjemahannya memenuhi standar kami.

Apakah yang dapat saya lakukan untuk meningkatkan mutu Terjemahan?

Jika Anda menemukan salah satu terjemahan kami yang masih dapat diperbaiki mutu terjemahannya, klik tautan "Sumbangkan terjemahan yang lebih baik" pada laman hasil untuk menyarankan perbaikan. Anda juga dapat meningkatkan mutu terjemahan menggunakan Perangkat Penerjemah untuk menerjemahkan atau dengan mengunggah memori terjemahan ke Perangkat Penerjemah.

Ingin mempelajari lebih lanjut?

Jika Anda masih memiliki pertanyaan tentang Google Terjemahan atau ingin memberikan umpan balik, kunjungi grup diskusi Google Terjemahan.
Anda dapat membaca lebih lanjut tentang pembaruan teranyar kami di Google Translate Blog dan tentang proyek riset lainnya dari Google di situs web Google Research.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengetahuan terjemahan mesin, lihat artikel berikut (hanya dalam Bahasa Inggris):
Machine Translation Archive
Statistical Machine Translation

sumber: http://d2vonline.blogspot.com

Para Peneliti kini Kembangkan Baterai Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Gula

Pengembangan teknologi saat ini banyak diarahkan agar lebih ramah lingkungan. Dan para peneliti dari Virginia Tech pun baru saja menciptakan sebuah baterai ramah lingkungan yang terbuat dari bahan gula.
Tak hanya ramah lingkungan, baterai yang diklaim mempunyai densitas energi yang tinggi tersebut juga bisa dibuat dengan harga yang murah. Tak hanya itu, dengan berbahan dasar gula, baterai tersebut bisa diisi ulang dengan sangat mudah.
Profesor Biological System Engineering, Y.H. Percival Zhang mengatakan bahwa gula merupakan senyawa penyimpan energi yang sangat sempurna. Dengan begitu, teknologi baterai berbahan gula ini tak akan membahayakan alam.
Namun Zhang mengatakan bahwa ini bukanlah pertama kalinya para peneliti mengembangkan baterai dari gula. Para peneliti terdahulu pernah melakukan hal serupa. Bedanya, baterai yang dikembangkan peneliti Virginia Tech mempunyai densitas energi yang lebih tinggi.
Baterai berbahan gula itu pun kemungkinan bisa digunakan untuk khalayak umum dalam tiga tahun mendatang. Dan jika terwujud, maka baterai ini pun kemungkinan bisa dipakai dalam berbagai perangkat elektronik.

sumber : http://www.beritateknologi.com

Dampak Buruk Radiasi Sinyal WiFi

 Gejala-gejala yang muncul termasuk di antaranya adalah pertumbuhan yang abnormal

Penelitian terhadap dampak radiasi sinyal nirkabel pada manusia umumnya tidak menghasilkan kesimpulan yang kongkrit. Akan tetapi, dari penelitian terbaru yang dilakukan terhadap pohon, terungkap bahwa makhluk hidup yang satu ini lebih ringkih dibanding manusia.

Penelitian yang dilakukan oleh Wageningen University menemukan bahwa pepohonan yang tumbuh di kawasan yang memiliki aktivitas WiFi tinggi, khususnya di kawasan pemukiman penduduk, menderita gejala yang tidak sama dengan gejala yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Seperti dikutip dari PopSci, 23 November 2010, gejala-gejala yang muncul pada pohon termasuk di antaranya adalah pendarahan, celah di kulit, matinya bagian tertentu dari daun, serta pertumbuhan yang abnormal.

Untuk mengujicoba hipotesa apakah penyebab penyakit misterius tersebut diakibatkan oleh radiasi WiFi, peneliti menggunakan 20 pohon ash atau Fraxinus dan memberikan berbagai tingkat radiasi pada pohon-pohon tersebut selama 3 bulan.

Ternyata, pohon yang terekspos sinyal WiFi menunjukkan tanda-tanda penyakit akibat radiasi, termasuk warna seperti timah pada daun-daunnya, yang mengindikasikan bahwa daun tersebut akan segera mati.

Sebagai gambaran, di negara seperti Belanda, sekitar 70 persen pepohonan di kawasan pemukiman mengalami efek samping dari radiasi. Angkanya naik dari hanya 10 persen pada 5 tahun lalu. Ini merupakan hal yang lumrah mengingat penggunaan WiFi telah meroket pada beberapa tahun terakhir.

Saat ini, para ilmuwan akan melakukan sejumlah penelitian lain untuk mengetahui lebih lanjut seputar radiasi pada pertumbuhan tanaman. Dan sayangnya, belum ada solusi yang dapat diberikan bagi pepohonan akibat dampak buruk penggunaan WiFi tersebut.

sumber : http://teknologi.news.viva.co.id